Minggu, 25 Januari 2015

Tertawa Itu Sehat



Kalimat “Tertawa Itu Sehat” ini saya ambil dari kolom dalam Majalah Ananda, sebuah majalah anak-anak sekitar tahun 1980-an, dimana saat itu, saya sering menulis cerita humor dan dimuat dalam kolom tersebut.
Kalimat itu sendiri memang memiliki makna yang “selalu benar” sampai hari ini. Coba saja, membaca status-status yang diposting di media sosial plus komentar-komentarnya, terkadang membuat kebahagiaan tersendiri. Apalagi dengan status yang penuh humor. Bisa-bisa kita yang hanya menjadi pembaca tanpa ikut berkomentar di postingan status tersebut, senyam-senyum, bahkan sampai tertawa ngakak. Dan alhamdulillah, stress pun bisa menjadi hilang.           
Memang, karena ini menyangkut unsur rasa, kelucuan serta senang, sudah barang tentu yang tersentuh adalah suasanya hati yang perwujudannya dalam aksi tawa atau setidaknya seulas senyuman.
Setiap manusia pasti pernah merasakan betapa rileks dan nyamannya menikmati humor. Seolah olah semua kesulitan yang membebani hidup menjadi lenyap. Yang ada hanya tertawa, tertawa dan tertawa lagi.
Melalui humor dan tawa, seluruh syaraf, otot akan mengendur sehingga memberi suasana hati menjadi tenang dan nyaman yang pada akhirnya memberi respon positif keotak, sehingga si otak tersebut akan bekerja lebih optimal.
Dari sisi pandang kesehatan (jiwa), Dr. Madan Kataria (Phsikiater India) pendiri Laughter Club International, memanfaatkan humor untuk terapi :
1.      Kondisi phsikis, dimana hormon anti stress (endrospline) yang muncul ketika tertawa akan  mengalahkan hormon pemicu stress (cortisol andrinalin)
2.      Kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh, dimana jika tertawa 10 menit akan menurunkan 10 – 20 mm tekanan darah dan disaat seperti itu akan meningkatkan kekebalan tubuh dengan sel limposit yang diproduksinya.
3.      Menstimulasi pikiran dan perasaan positif. Karena humor membuat hati riang, Oleh karenanya  akan lebih mudah mendapatkan ide ide baru.
4.      Menjalin relasi sosial dan meningkatkan kualitas pergaulan. Jika hati senang akan senantiasa bersikap baik kepada siapapun, sehingga banyak disukai serta mudah berkomunikasi.

Nah, saya contohkan satu status yang ditulis seseorang dalam sebuah grup berbahasa Banjar. Yang ingin tertawa, jangan ditahan-tahan. Tapi maaf, yang bukan orang Banjar, sabar aja yah, gak bisa bikin kalian ketawa…

Mun urang Banjar, pian pasti bisa manuntungakan pantun ini:
UMAI NYAMANNYA MAKAN TIWADAK
BIJINYA TIMBAI KA LOBAK
UMAI NYAMANNYA BABINI LAMAK
………………………………………. (isi napa pian handak)

Komentar-komentar pembaca :

  • 1.      BABUAT DI SAPEDA SOKNYA SAMPAK
  • 2.      IMBAH DIPAKAI TIMBAI KA LOBAK
  • 3.      RASA TAKAPIT KADA KAWA BAHINAK
  • 4.      DIRAGAP KADA BAGARAK
  • 5.      WADAH KAGURINGAN JADI HIBAK
  • 6.      MALAM JUMAHAT BUNYINYA LIPAK LIPAK
  • 7.      AMUN DIPIKUL AWAK TAHANTAK
  • 8.      SAKALI DITUNGGANG KADA BAGARAK
  • 9.      KANA KAMIHNYA BAU HAPAK
  • 10.  NGALIH MUN HANDAK DUDUK BADANGKAK
  • 11.  MUN BARABAH RUMAH BAHANTAK
  • 12.  DIULAH TILAM KAWA GURING JANAK
  • 13.  AMUN DIRAGAP AWAK KADA HINGKAT BAGARAK
  • 14.  DIHANTAK KADA BAGARAK
  • 15.  DISINGKAI TAPIHNYA BULUNYA HIBAK


Semua komentar tersebut bikin ngakak…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar