Kalimat “Tertawa Itu Sehat” ini saya ambil dari
kolom dalam Majalah Ananda, sebuah majalah anak-anak sekitar tahun 1980-an,
dimana saat itu, saya sering menulis cerita humor dan dimuat dalam kolom
tersebut.
Kalimat itu sendiri memang memiliki makna yang “selalu
benar” sampai hari ini. Coba saja, membaca status-status yang diposting di
media sosial plus komentar-komentarnya, terkadang membuat kebahagiaan
tersendiri. Apalagi dengan status yang penuh humor. Bisa-bisa kita yang hanya
menjadi pembaca tanpa ikut berkomentar di postingan status tersebut,
senyam-senyum, bahkan sampai tertawa ngakak. Dan alhamdulillah, stress pun bisa
menjadi hilang.
Memang, karena ini menyangkut unsur rasa, kelucuan serta senang,
sudah barang tentu yang tersentuh adalah suasanya hati yang perwujudannya dalam
aksi tawa atau setidaknya seulas senyuman.
Setiap manusia pasti
pernah merasakan betapa rileks dan nyamannya menikmati humor. Seolah
olah semua kesulitan yang membebani hidup menjadi lenyap. Yang ada hanya
tertawa, tertawa dan tertawa lagi.
Melalui humor dan tawa, seluruh syaraf, otot
akan mengendur sehingga memberi suasana hati menjadi tenang dan nyaman yang
pada akhirnya memberi respon positif keotak, sehingga si otak tersebut akan bekerja
lebih optimal.
Dari sisi pandang
kesehatan (jiwa), Dr. Madan Kataria (Phsikiater India) pendiri Laughter Club
International, memanfaatkan humor untuk terapi :
1.
Kondisi
phsikis, dimana hormon anti stress (endrospline) yang muncul ketika tertawa akan mengalahkan
hormon pemicu stress (cortisol andrinalin)
2.
Kondisi
kesehatan dan kekebalan tubuh, dimana jika tertawa 10 menit akan menurunkan 10
– 20 mm tekanan darah dan disaat seperti itu akan meningkatkan kekebalan
tubuh dengan sel limposit yang diproduksinya.
3.
Menstimulasi
pikiran dan perasaan positif. Karena humor membuat hati riang, Oleh karenanya
akan lebih mudah mendapatkan ide ide baru.
4.
Menjalin
relasi sosial dan meningkatkan kualitas pergaulan. Jika hati senang akan senantiasa bersikap
baik kepada siapapun, sehingga banyak disukai serta mudah berkomunikasi.
Nah, saya contohkan satu status yang ditulis seseorang dalam sebuah grup
berbahasa Banjar. Yang ingin tertawa, jangan ditahan-tahan. Tapi maaf, yang
bukan orang Banjar, sabar aja yah, gak bisa bikin kalian ketawa…
Mun urang Banjar, pian pasti bisa manuntungakan pantun ini:
UMAI NYAMANNYA MAKAN TIWADAK
BIJINYA TIMBAI KA LOBAK
UMAI NYAMANNYA BABINI LAMAK
………………………………………. (isi napa pian handak)
Komentar-komentar
pembaca :
- 1. BABUAT DI SAPEDA SOKNYA SAMPAK
- 2. IMBAH DIPAKAI TIMBAI KA LOBAK
- 3. RASA TAKAPIT KADA KAWA BAHINAK
- 4. DIRAGAP KADA BAGARAK
- 5. WADAH KAGURINGAN JADI HIBAK
- 6. MALAM JUMAHAT BUNYINYA LIPAK LIPAK
- 7. AMUN DIPIKUL AWAK TAHANTAK
- 8. SAKALI DITUNGGANG KADA BAGARAK
- 9. KANA KAMIHNYA BAU HAPAK
- 10. NGALIH MUN HANDAK DUDUK BADANGKAK
- 11. MUN BARABAH RUMAH BAHANTAK
- 12. DIULAH TILAM KAWA GURING JANAK
- 13. AMUN DIRAGAP AWAK KADA HINGKAT BAGARAK
- 14. DIHANTAK KADA BAGARAK
- 15. DISINGKAI TAPIHNYA BULUNYA HIBAK
Semua komentar
tersebut bikin ngakak…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar